Diskusi Bulanan Permira Mei 2015: Kemutakhiran Perangkat Kemiliteran Abad 21 Sebagai Perkembangan Advanced Teknologi Manufaktur

21May 2015
by PERMIRA RUSIA

Salam Permira!
Berikut kami sampaikan undangan diskusi bulanan Permira Pusat yang kali ini bekerja sama dengan PPI Estonia yang akan diadakan pada

Waktu: Minggu, 24 May 2014
Jam: 14.00 – selesai (Waktu Moskow) / 18.00 – selesai (WIB)
Tema: “Kemutakhiran Perangkat Kemiliteran Abad 21 Sebagai Perkembangan Advanced Teknologi Manufaktur”
Pembicara: Agus Pramono – PPI Estonia
Pembawa acara / Moderator: M Dirga Sirajuddin
Fasilitator: Permira Pusat
Via: Youtube & Hangouts

Untuk mengikuti diskusi bulanan PERMIRA ini, dapat menyimak secara live di link berikut.

Untuk pertanyaan dapat diajukan via kolom chat di link youtube tersebut / mention twitter @PERMIRARUSIA

“Teknologi advance manufaktur merupakan proses pembentukan logam di mana bahan/material dimasukkan ke dalam perangkat proses dalam rangka menciptakan logam yang berbutir ultra-halus (Ultra-fine Grained) sehingga sifat dari logam tersebut akan meningkat secara drastis. Ada tiga proses manufaktur dalam technology advanced manufaktur yang terkenal yaitu; Equal Saluran Sudut Menekan (ECAP) yg dikembangkan oleh Valdimir Segal dari Russia , Tekanan Torsi Tinggi (HPT) Oleh RZ Valiev Dari Ufa Russia dan Akumulatif Roll Bonding (ARB) oleh Nuboro Tsuji dari Ossaka Jepangh. Setelah itu muncul beberapa metode baru yang dikembangkan oleh Ilmuwan Cina pada tahun 2010 yaitu ; Xia Wang dengan metode Equal channel angular Torsion (ECAT) dan pada tahun 2014 metode terbaru dari Iran yaitu Sajjad Amirkhanlou yakni metode Accumulative Press Roll Bongding (APB). Pada tahun 2015 dalam metode eksperimen terbaru yang dikembangkan oleh Agus Pramono telah berhasil menyempurnakan advanced manufactur technology tersebut yaitu teknik Repetitive Press Roll Bonding (RPRB) . Teknologi RPRB adalah teknologi yang mampu menyempurnakan beberapa metode teknologi advanced manufaktur menjadi lebih efisien dalam menghasilkan produk komponen. Dalam aplikasi militer teknologi yang dibutuhkan harus mampu berubah menjadi kekuatan yang lebih mobile, survivable serta mematikan sekaligus memberi dampak yang lebih baik terhadap lingkungan (tidak menimbulkan efek polusi). Ada banyak tantangan teknis yang belum diatasi dalam scope global/internasional yaitu produsen potensial logam dengan teknologi terbaru tersebut ragu untuk berkomitmen untuk mengembangkan metode-metode tertentu. Mereka juga khawatir tentang kelangsungan hidup komersial logam proses SPD tersebut, yang mana dalam operasional sangat tergantung pada permintaan dari pasar potensial dan biaya produksi. Jika produk tersebut diproduksi masal dan tidak terserap dipasaran maka akan mengakibatkan in efisien si biaya dalam prosedur manufakturing. Sehingga factor ini menjadi sulit untuk dievaluasi karena rendahnya ketersediaan logam UFG dan ketidakpastian mengenai teknologi SPD di pasaran. Namun meskipun begitu Hal ini telah mendorong eksplorasi aplikasi untuk peralatan militer – berbasis Advanced Manufaktur untuk aplikasi kemutakhiran perangkat militer seperti ; Helikopter, Tank, senjata sensor Atomatis, baju /rompi perang , helm militer untuk pasukan militer dalam bertempur. serta teknologi semikonduktor untuk mengatasi kebocoran radiasi dari perangkat nuklir”

Berita dan Artikel, Berita PERMIRA, Diskusi Permira

Leave a Reply