12 April di Yekaterinburg: Festival Internasional yang Istimewa

24May 2015
by PERMIRA RUSIA

Oleh Evy Elfira Natasya Mahasiswa Ural State University Jurusan International Relations

Yekaterinburg adalah kota terbesar keempat di Rusia. Kota ini berada di tengah-tengah benua Eurasia, di perbatasan Eropa dan Asia. Lokasi kota terletak di “belakang” pegunungan dan angin sangat bervariasi sehingga cuaca cukup berubah dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun.
Setelah pecahnya Revolusi Rusia, Tsar Nikolai II bersama istri (Alexandra) dan anak-anaknya Olga, Tatiana, Maria, Anastasia, dan Tsarevich Alexei dibunuh di kota ini oleh kaum Bolshevik di Gedung Ipatiev, 7 Juli 1918. Oleh sebab itu, Di dunia internasional, Yekaterinburg dikenal sebagai kota tempat dieksekusinya Tsar Nikolai II beserta keluarganya pada tahun 1918.

Yekaterinburg merupakan salah satu kota yang nyaman untuk pelajar, meskipun suhu musim dinginnya cukup ekstrem. Ada hal yang menarik dan unik di Yekatenburg ini terutama bagi orang asing. salah satunya adalah perayaan hari bersejarah Rusia 12 April 2015. 54 tahun lalu Yuri Gagarin menjadi manusia pertama di dunia yang berhasil terbang ke Bulan. Tahun ini, dihari yang sama juga bertepatan dengan perayaan paskah orthodox. Bagi orang rusia, Paskah adalah hari raya yang penting, mereka memiliki beberapa tradisi, mulai dari menghias telur, memasak kue Paskah (kulic) serupa muffin atau cup cake. Dan tepat di tanggal 12 April 2015 juga di adakan Festival Internasional di Yekaterinburg . Acara yang melibatkan pelajar – pelajar internasional dari 20 negara di dunia, diantaranya (Indonesia,Meksiko, Ekuador, Jerman, Bulgaria, Perancis, Itali, Ceko, Siria, Yaman, Kazakhstan, Thailand, Vietnam, China, Taiwan, Monggolia, Bangladesh, Kirgistan, Afganistan, Hong Kong). Festival ini di adakan oleh mahasiswa/mahasiswi Ural Federal University di aula asrama mahasiswa (dorm no.5), tak jauh dari gedung utama UrFU.

Dalam festival ini peserta yang berpartisipasi menampilkan nyanyian, tarian, puisi, permainan , serta kuliner tradisional dari negara mereka masing – masing. Semangat dan antusisme terlihat dari para peserta dan penonton menyambut di mulainya acara. Acara di pimpin oleh seorang MC yang berkewarganegaraan rusia. Festival di mulai dan diakhiri menggunakan bahasa rusia, sebagaimana seluruh peserta dan penonton adalah mahasiswa internasional Rusia di universitas yang mendapat predikat Top placed 7th among Russian universities (Webometrics Ranking of World Universities) & Top-10 best Russian universities (“Expert RA” rating agency).

Baca selengkapnya di Suara Indonesia Edisi III Mei 2015 dalam kolom berita PERMIRA Kota

Berita dan Artikel, Pelajar Pejuang

Leave a Reply