Sepenggal kisah dari timur jauh Rusia, Vladivostok

24May 2015
by PERMIRA RUSIA

Oleh Aty Agustinawaty, Mahasiswi Far Eastern Federal University

Vladivostok, kota ini mungkin jarang dilirik keberadaannya dalam peta dunia, apalagi peta buta. Tak kenal maka tak sayang, pepatah yang sudah pasti setiap orang Indonesia pernah mendengarnya. Ya, walaupun ada yang sudah mengenal belum tentu sayang, tapi setidaknya temukanlah hal positif yang bisa kita ambil. Kota Vladivostok bisa dikatakan memang tak seindah dan tak sebesar St. Peterburg atau Moskow, tapi seperti yang sudah saya katakan, mari temukan hal positif setelah mengenalnya.

Selama kurang lebih 6 bulan lamanya di Vladivostok, bisa dibilang masih dalam tahap penjajakan, dan semakin lebih mengerti untuk mengenal cuaca dinginnya. Karena sudah mengenal, saat ini saya sudah mulai dalam tahap nyaman dengan tempat ini, kenapa? Karena yang kita ketahui Vladivostok merupakan kota pelabuhan, tetapi juga kotanya pun tidak sesibuk kota besar lainnya, ditambah bebas dari kemacetan dan polusi. Terutama dalam hal ini di Russian Island, pulau dimana saya tinggal dan belajar di FEFU (Far Eastern Federal University), di sini saya merasa lebih sehat, karena udara yang sangat sejuk, bebas dari polusi dan masih dikelilingi hutan serta berbatasan dengan laut.

Mari sedikit kami ajak untuk melirik ada hal-hal menarik apa yang kami dapatkan selama tinggal di Vladivostok. Selain teman baru, banyak hal baru yang saya dapatkan. Kehidupan pelajar bukan melulu hanya belajar, melakukan hal-hal kaku seperti hanya duduk diruang kelas, mengikuti seminar, eksis mengikuti organisasi, mengikuti rapat dan lainnya, tapi banyak pelajaran lain yang bisa kita dapatkan dan bagikan diluar dari pelajaran yang sudah pasti didapatkan diruang kelas.

Baca Selengkapnya di Suara Indonesia Edisi III Mei 2015 dalam kolom PERMIRA KOTA

Berita dan Artikel, Pelajar Pejuang

Leave a Reply