Tim Garuda dan Nusantara di International Natural Sciences Tournament (INST) VII

12November 2016
by PERMIRA RUSIA

phphdw5cuam

Dua tim dari Universitas Indonesia (Tim Garuda dan Tim Nusantara) bersama 4 tim dari negara lain berhasil lolos ke babak intramural di International Natural Sciences Tournament (INST) VII yang diadakan di Rusia pada 12-16 Oktober 2016 mengalahkan 50 tim dari 15 negara. Tim Garuda beranggotakan Rendy Hasiolan Nainggolan (Kimia 2013), Reyhan Dani Lambaga (Fisika 2013), Devita Olyviana Putri (Biologi 2014), Diah Retno Yuniarni (Kimia 2014) dan Farhan Muhammad Ersal (Fisika 2014) sementara Tim Nusantara beranggotakan Muhammad Iqbal Syauqi (Kimia 2013), Yudisthira Oktaviandie (Biologi 2014) dan Maria Maghdalena (Kimia 2015).

INST adalah kompetisi tim untuk mahasiswa S1 dari jurusan Kimia, Material Science, Fisika, Biologi, Kedokteran, Farmasi, Teknik atau bidang terkait. Tujuan utama dari INST adalah melatih peserta perihal bagaimana cara menerapkan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah ilmiah dan industri praktis. INST VII diadakan di Novosibirsk State University, Novosibirsk, Rusia. Setiap tahun, para ilmuwan muda berkumpul di INST untuk menghasilkan ide-ide ilmiah baru melalui polemik ilmiah yang dinamis. Terbentuk kolaborasi antara peserta, pakar ilmiah dan industri selama dan pasca turnamen.

Perjalanan kami untuk bertanding di INST VII hingga akhirnya mendapat gelar juara dan beberapa penghargaan memang tidak mudah. Beruntung, selama mengurus proses keberangkatan hingga kepulangan, kami banyak dibantu oleh pihak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Rusia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow. Kak Muhammad Iksan Kiat selaku Ketua PPI Rusia 2016, rekan-rekannya dari PPI Rusia dan pihak KBRI selalu sigap membantu kami mulai dari perihal memberikan informasi mengenai kondisi Novosibirsk hingga membantu mencarikan tiket ketika terdapat masalah dengan tiket kepulangan kami.

Berkat bantuan dari berbagai pihak tersebut, Tim Nusantara berhasil mendapat medali perunggu dan Tim Garuda berhasil mendapat predikat juara 5. Tidak hanya itu, Iqbal dan Maria berhasil meraih 3rd Degree Diploma sementara Yudisthira berhasil meraih 2nd Degree Diploma untuk kategori best speaker. Performa kedua tim dari Indonesia pun membuat kagum para juri, “Indonesian teams showed really interdisciplinary approach to the problems. Yudisthira Oktaviandie, the participant from Nusantara team, University of Indonesia, biologist in training, reported on the problem ‘5th sense’. This problem is about bionic devices which can substitute amputated limb and give it a sensory function. Being a physicist by training, Yudisthira nevertheless acquired in-depth knowledge of the nervous system functioning and proposed an innovative approach to bionic artificial limbs construction,” komentar Sergey Safonov, pendiri INST, PhD di bidang kimia.

Kami berharap pemuda Indonesia yang lain juga dapat memiliki kesempatan yang sama seperti kami untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tidak perlu khawatir jika terdapat beberapa kendala dalam proses kegiatan karena pihak PPI dan KBRI selalu siap membantu warga Indonesia.

Berita dan Artikel, Berita PERMIRA

Leave a Reply